Kamis, 11 Oktober 2012

Benua di Balik Yearbook

Kali ini gua mau cerita soal persiapan yearbook sekolah gua.
Menurut gua, ini termasuk cerita yang lumayan jadul. Kenapa? Persiapan yearbook yang mau gua ceritain udah berlangsung sekitar 2 bulan yang lalu.
Pembimbing yearbook angkatan gua adalah Sr. Kristianto (sebut aja gitu).
Awalnya, Sr. Kris mengusulkan tema batik.
Jadi, dalam sesi pemotretan seluruh anak (per kelas) pake batik.
Tiap kelas make batik yang berbeda-beda, misalnya: kelas 9A make batik Papua, kelas 9B make batik Jogja, dst...
Ternyata, usulan Sr. Kris ga dapet sambutan hangat.
Gua cukup prihatin sama Sr. Kris.
Maksud beliau kan baik, yaitu untuk melestarikan budaya batik Indonesia, eh, malah ditolak abis-abisan sama murid-murid yang ga tau diri kayak gua.
Kalau gua jadi Sr. Kris, mungkin gua akan mengundurkan diri dari jabatan pembimbing yearbook.
Akhirnya, anak-anak pada maksain tema baju khas daerah di benua yang terpilih.
Menurut gua, ide mereka terlalu bego ekstrim.
Gua kasih contoh.
Misalkan, kelas 9A dapet benua Asia.
Jadi, dalam sesi pemotretan seluruh anak kelas 9A memakai baju khas daerah dari benua Asia.
Tiap kelas dibagi menjadi beberapa kelompok yang beranggotakan 5 orang.
Misalnya, kelompok 1 kelas 9A memilih daerah Jepang. Apa baju khas daerah Jepang?
Kimono atau ga yukata.
Pertanyaan gua, mereka dapet yukata dari mana? Apakah kita harus ke Jepang cuma buat beli yukata yang akan dipakai sekali dalam pemotretan yearbook?
Cuma orang beg*  yang akan melakukan hal tersebut.
Ada yang kepikiran buat nyewa baju daerah. Di mana tempatnya oy? Berapa harganya oy?
Ngomong sih gampang.
Menurut gua, benua Asia udah paling gampang. Kenapa? Gua punya cheongsam dan gua yakin itu adalah barang "pasaran".
Sayangnya gua dapet benua Amerika (Benua Afrika ga masuk hitungan sama panitia yearbook *tega*).
Oke, itu sekilas untuk benua Asia.
Untuk benua yang lain, gua ga bisa ceritain. Kenapa? Menurut gua, benua yang lain ga punya baju khas daerah.
Mungkin beberapa wilayah di Eropa punya baju khas daerah.
Kembali ke pertanyaan di atas, dapet dari mana?
Ada temen gua yang rada-rada -sebut aja Pang Pang-.
Dia ngomong, "Kita dapet Amerika ya? Gua mau daerah Hawaii aja, ah.."
Temen gua yang pinter -sebut aja Haru- langsung nyamber, "Beg* lu! Lu pikir perempuan yang ada di kelompok lu mau nutupin dada pake batok kelapa?"
Pang Pang kaget trus malah ketawa-ketawa.
"Oiya, ya. Gua lupa," katanya sok unyu sambil cengengesan.
"Gua bersyukur gua ga satu kelompok sama lu, Pang. Gua ga mau pake atasan batok kelapa. Bisa-bisa gua direkrut jadi pengganti Miyabi. Nama gua yang udah bagus-bagus, Chokoreto bisa-bisa diganti jadi Choyabi," kata gua sambil ngakak.
"Jangan ngeres lu, Cho!" kata Haru dan Pang Pang bareng-bareng.
Di balik semua ide anak-anak tentang benua, ga sedikit juga yang nentang dan lebih milih usulan Sr. Kris.
Kalau gua jadi Sr. Kris (lagi), gua bakal minta balik jabatan gua sebagai pembimbing yearbook dan mempengaruhi anak-anak supaya milih usulan gua.
Yaah, gua cuma bisa cekikikan sambil nunggu datengnya hari sesi pemotretan yearbook.
Gua harap yearbook angkatan gua bakal sama bagusnya atau lebih bagus dari angkatan-angkatan sebelumnya.
Sekian hari ini...
Daah~ (komputer mau dibajak engko gua)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar