Maaf, readers, setelah berhari-hari, baru nge-update lagi....
Haru: "Tangan lu ikut ke-video dong?"
Teng tong!
Gua: "Oiya, ya.... Gobl*k, kok gua bisa lupa?"
Haru: "Terus gimana, dong?"
Gua: "Aha! (Bukan paket internet, lho, ya) Gua ada ide!"
Haru: "Lu yakin ide ini berhasil?"
Setelah gua bisikkin ide gua ke Haru, dia mulai pasang muka "lu udah gila kali, ya" ke gua.
Klarissa juga ngedukung Haru dengan muka "gua harap gua bisa pulang ke rumah buat minum" ke gua.
Gua cuma ngangguk ke mereka berdua sambil pasang tampang "gua emang gila dan gua juga haus".
Ide gua: gua ngerekam dari atas (dari daun di pepohonan), pelan-pelan ke bawah, sampai nge-shoot ke bagian Klarissa jalan menyusuri jalan bebatuan. Untuk ngasih tau Klarissa kapan jalannya, gua nyuruh Haru jongkok di depan gua, trus Klarissa di depan Haru. Gua nyenggol punggung Haru pake lutut, trus Haru nyenggol kaki Klarissa. Setelah disenggol, Klarissa baru jalan.
Gila.
Cuma buat nentuin begituan doang sampe makan waktu 20 menit.
Gua: "Ayo, cepet! Gua udah siap!"
Take 1.
Gua nyenggol punggung Haru, Haru sampein sinyal gua ke Klarissa, Klarissa jalan.
Gua: "Eeh! Stop! Stop!"
Klarissa: "Kenapa?"
Gua: "Cepet banget lu jalannya! Beda jarak kita hampir 2 meter, tau!"
Klarissa: "Haduh, udah gua bilang! Ga bisa gua! Lagian temanya ga cocok buat gua!"
Sekedar info, tema musikalisasi puisi gua itu anak ilang.
Ya.
Anak hilang.
Yang ngidein? Pasti Klarissa, lah!
Haru: "Iya juga, sih, Cho. Mana ada anak ilang pake celana 3/4 putih bersih, baju biru laut gambar kartun, sendal merek cr*cs? Kaya banget! Gitu caranya, sih, kita semua namanya anak ilang!"
Klarissa: "Yang cocok, tuh, lu, Cho!"
Anjr*t!
Jadi maksudnya gua kayak anak ilang?!
Gua natap Haru dengan tatapan 99% pasti berhasil -tatapan minta pembelaan-.
Ternyata gua ga hoki, tatapan itu cuma 99%, bukan 100%.
Haru dengan santainya nyahut, "Iya, juga, sih."
Gua: "Kok jadi gua, sih!"
Panik.
Klarissa: "Ya, lu, pake baju putih dekil, celana jeans selutut yang gedombrang minta ampun, sama sendal oranye yang ga matching sama sekali."
Jleb!
Haru: "Lu cuma menang di kulit putih, Cho...."
Jleb!
Klarissa: "Ya, lu pasti ga niat ke sini...."
Kalimat yang udah pasti tidak usah diucap lagi, batin gua.
Gua: "Ga mau gua! Lu aja, Ru! Pokoknya gua ga mau!"
Take 1 gagal.
Gimana nasib gua nanti?
Tunggu kelanjutannya.
Daah~ (komputer mau dibajak engko gua, eh, kayaknya ga jadi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar