Inget ga, gua pernah cerita tentang tugas Bahasa Indonesia, bikin video musikalisasi puisi?
Kalo lupa atau ga tau, bisa baca di sini.
Ternyata, topik ini ga bisa basi, atau tepatnya ini tugas yang ga bakal bisa diselesaiin.
Video ini keukeuh banget harus diselesaiin.
Bukan gua yang pengen, tapi gurunya.
Mana mungkin anak murid mau cape-cape bikin tugas.
Awalnya, seluruh anak kelas gua udah teriak-teriak saking senengnya gara-gara UAS udah selesai.
Perjuangan yang tak berujung ini akhirnya berujung juga. (kok kayaknya de javu? skip.)
Kalo masalah nilai, bisa disiasati.
Tapi, kita terlalu cepat senang, ada masalah lebih besar yang menunggu.
Sehari yang lalu.
Gua: "Akhirnya UAS si*l ini selesai juga. Pulang, gua mau bales dendam, gua mau maen seharian."
Haru: "Hee..."
Gua: "Kita ga ada tugas lagi, kan?"
Sesaat, gua, Haru, Klarissa sweatdropped.
....
Haru: ".... Video ...."
Gua: ".... Musikalisasi ...."
Klarissa: ".... Puisi ...."
....
Gua: "NOOO!"
Haru: "Aduh, anj*r lah!"
Klarissa: "Yaah.... Abis UAS bukannya santai, malah bikin video ga jelas."
Sampai sekarang, gua, Haru, dan Klarissa belom ada kemajuan dalam tugas kali ini.
Bukan gara-gara kita males (yaah, ada lah malesnya dikit), tapi gara-gara ini terlalu berat buat anak SMP!
Video, woy!
Kenapa ga sekalian aja kita disuruh bikin film musikalisasi puisi berdurasi 10 jam?
Biar greget! (Haru dan Klarissa: "Ogah! Lu aja!")
Au, ah!
Mungkin nilai Bahasa Indonesia kami bakal dapet 40!
Daah~ (komputer mau dibajak engko gua)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar