Udah berhari-hari gua ga ngepost, ini gara-gara jadwal ulangan yang numpuk.
Hari ini gua mau berbagi cerita tentang kemarahan guru seni gua, Sr. Sapi.
Mohon yang merasa disebut, jangan ge-er dulu, siapa tau aja ini bukan lu-lu pada.
Hari ini kelas gua dan kelas sebelah kedapetan pelajaran seni.
Pelajaran seni itu ada 3 macem: seni rupa, seni musik, seni tari.
Sr. Sapi yang kebetulan sibuk ngurus open house, ninggalin kelas dengan perintah "keramat" ke anak-anak, yaitu: lanjutkan tugas minggu lalu (menggambar di kanvas).
Wikas, Valent, So Klin (maaf bagi yang merasa), Jerami (maaf bagi yang merasa), Pang Pang, Putra, sama Farez kabur ke kelas sebelah (kelas tari).
Awalnya, Wikas dipaksa ikut lomba modern dance sama Gece.
Wikas nentang, dia ga mau.
Gua merasa agak aneh di bagian ini.
Wikas ga mau, tapi akhirnya dia ikut.
Dia ini maunya apa, dah?!
Ngomongnya ga mau, tapi sikapnya mau.
Skip.
Karena "kepergian" Wikas ke kelas tari, yang lain jadi ikut-ikutan.
Siapa yang sangka, Sr. Sapi balik ke kelas setelah 40 menit ninggalin kelas.
Sr. Sapi nyadar kalau anak-anak di kelas udah berkurang.
Sr. Sapi nyuruh Sam dan Icad buat nyari mereka ke kantin.
Gua yakin mereka ga ada di kantin, gua jamin mereka ada di kelas tari.
Gua berusaha menyelamatkan mereka dengan rencana brilliant gua.
Rencana gua:
1. Gua akan pura-pura ke toilet, tapi sebenarnya gua bakal pergi ke kelas tari.
2. Gua akan manggil 7 anak pelarian yang jadi buron Sr. Sapi.
3. Gua akan membantu mereka lolos dari Sr. Sapi dengan menyuruh mereka mengatakan alasan, "Habis dari toilet, baru aja, Sr!" dengan muka polos.
4. Semua selamat sentosa.
Selesai.
Tapi, rencana gua ini gagal di tengah jalan.
Gua udah sampai ke tahap ke-2, di mana gua udah memanggil mereka dari kelas tari.
Mereka udah keluar dari pintu, dan pada saat itu, Sr. Sapi juga keluar dari kelas rupa.
Alhasil, kita berdelapan berpapasan, atau lebih tepatnya bertatap muka dengan Sr. Sapi.
Kita semua langsung dipaksa masuk ke kelas rupa....
Haduuh, gua jamin nih masalah bakal jadi panjang begitu mengingat sifat Sr. Sapi yang
Tunggu kelanjutannya di part 2....
Daah~ (komputer mau dibajak engko gua, eh, kayaknya ga jadi....)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar